TOKO 0SCAR CLASSER

Kamis, 04 Juni 2015

Bagaimana Al-Qur’an di Kumpulkan

Bagaimana Al-Qur’an di Kumpulkan 1. Ketika fikiran Umar bin Khatthab ra telah tenang, yang terkait dengan keadaan kaum muslimin atau yang berada di sekitar mereka. Beliau ra tdak bisa tidur ataupun terdiam. Beliau selalu memfokuskan fikiran dan perasaannya yang berkaitan dengan perintah tersebut. Beliau ra berdiskusi dan bermusyawarah mengenai urusan tersebut kepada sahabatnya . sehingga sampai pada kesimpulan yang sahabatnya ridha dengan keputusannya. 2. Umar bin Khatthab ra berkata kepada Abu Bakar Ash-shiddiq : “sesungguhnya pembunuhan telah menyebar luas kepada para penghafal Al-Qur’an dan saya khawatir jika pembunuhan ini tetap berlanjut kepada para Qari’. Maka hilanglah sebagian besar dari Al-Qur’an dan aku berpendapat agar kita memerintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’anul Karim
3. Abu Bakar Ash-shiddiq ra berpendapat mengenai pendapat Umar ra mengenai urusan tersebut. Maka kesimpulan dari diskusi dan bertukar pikiran tersebut adalah berkata Abu Bakar ash-shiddiq kepada Umar ra. : “ bagaimana engkau hendak melakukan sesuatu yang tidak penah di lakukan oleh Rasulullah saw ? “. Umar ra menyanggah seraya berkata : “Demi Allah, ini baik”. Kemudian berlanjutlah diskusi antar dua sahabat ini. Keduanya saling mempelajari dan saling bertukar pikiran mengenai urusan yang tidak biasa. Sampai Allah melapangkan dada Abu Bakar Ash-shiddiq sebagaimana Dia telah melapangkan dada Umar ra sebelumnya. 4. Abu Bakar ash-shiddiq kemudian mengutus sahabatnya, Zaid bin Tsabit sampai dia mengabarkan kepada Umar kebenaran yang sebenarnya. Lalu Umar ra berkata kepada Zaid : “ sesungguhnya engkau pemuda yang cerdas dan penulis wahyu untuk Rasul saw, maka ikutilah dan kumpulkanlah Al-Qur’an.” 5. Zaid berkata : “ bagaimana kalian berdua melakukan sesuatu yang tidak pernah di laukukan oleh Rasulullah saw ?”. dan jawaban Abu Bakar ash-shiddiq sama seperti jawaban Umar ra sebelumnya : ” Demi Allah, ini baik” 6. Berputarlah diskusi antara mereka bertiga mengenai hal yang baru. Sehingga Allah melapangkan dada Zaid sebagaimana Dia telah melapangkan dada kedua sahabatnya. Kemudian Zaid keluar sambil berkata : “ Demi Allah, sekiranya kalian memberiku tugas untuk memindahkan gunung dari beberapa gunung, maka tidaklah lebih berat daripada aku di perintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an” 7. Hal ini terjadi pada tahun ke 12 setelah wafatnya Rasul saw, dan Rasul saw meninggalkan kekosongan setelah wafatnya yang harus di isi dengan mencatat Al-Qur’an 8. Zaid bin Tsabit mengetahui bahwa permasalah ini besar. Lalu ia menyelesaikannya dan memfokuskan fikiran dan waktunya untuk mengumpulkan AL-Qur’an yang mana lembara-lembaran yang zaid kumpulkan itu tidak menjadi nama Mushaf karna lembaran tersebut tidak mencakup seluruh surat dan ayat Al-Qur’an yang mulia, dan tulisan. Tulisan shuhuf ini terjadi pada masa kekhalifahan yang pertama yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq . selama masa kekhalifahannya, dan tatkala ia telah wafat. Khalifah kedua Umar bin Khatthab menjaga mushaf itu selama masa kekhalifahannya juga. Lalu setelah beliau wafat, Ummul Mu’minin Hafshoh binti Umar menjaga mushaf tersebut di rumahnya. 9. Pada waktu pasukan kaum muslimin yang sedang berperang di Armenia dan Azerbaikhan, sedangkan mereka dari kalangan yang berbeda. Mereka memegang setiap mushaf dan berkata : “Mushaf yang paling bagus adalah mushaf khalifah Utsman bin Affan yang mengumpulkan para sahabat Rasul saw dan mmeberikan pemikiran kepada mereka (mushaf yang di satukan), yang menekankan untuk mempersatukan mushaf dalam bentuk tertulis, dan di kumpulkan untuk orang-orang pada waktu itu, pendapatnya di terima dengan baik. Diantara para hadirin, khalifah Utsman bin Affan mengizinnya dengan segera dan mengajak Zaid bin Tsabit untuk menegakkan kepentingan yang baru. 10. Dimulaiklah kepentingan yang baru itu oleh Zaid bin Tsabit, lalu dia menyalin mushaf Utsman dari shuhuf Ummul Mu’minin Sayyidatina Hafshoh yang sebelumnya di kumpulkan. Lalu Zaid menambahkan apa-apa yang tidak ada di mushaf itu, dan dengan ini Zaid mematenkan dua pekerjaan yang besar peranannya dalam sejarah Islam dan kaum Muslimin, yaitu mengumpul Al-Qur’an atas perintah Sayyidina Abu Bakar Ash-shiddiq dan menyalinnya atas perintah Sayyidina Utsman bin Affan. 11. Seperti itulah berkumpulnya semua mushaf dalam mushaf Utsmani yang di salin dalam bilangan mushaf-mushafnya. Lalu di kirim keberbagai wilayah dan mushaf yang selain itu dikumpulkan lalu di bakar. Begitulah mushaf itu telah menyatu yang terealisasikan dengan janji Allah. : “ Kamilah yang menurunkan Adz-zikra (Al-Qur’an) dan Kami pula yang menjaganya”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar