BAB I
PENDAHULUAN
Pada masa Dinasti Abbasiyah umat
Islam mengalami perkembangan dalam berbagai bidang. Dinasti ini mengalami masa
kejayaan intelektual, seperti halnya dinasti lain dalam sejarah Islam, tidak
lama setelah dinasti itu berdiri. Kekhalifahan Baghdad mencapai masa
kejayaannya antara khalifah ketiga, al-Mahdi (775-785 M), dan kesembilan,
al-Wathiq (842-847 M), lebih khusus lagi pada masa Harun al-Rasyid (786-809 M)
dan al-Makmun (813-833 M), anaknya terutama, karena dua khalifah yang hebat
itulah Dinasti Abbasiyah memiliki kesan dalam ingatan publik, dan menjadi
dinasti hebat dalam sejarah Islam dan diidentikkan dengan istilah “the
golden age of Islam”[1] . Tanpa
meniadakan tatanan yang telah ditinggalkan oleh Dinasti Umayyah, baik dalam
ilmu pengetahuan dan pemerintahan, Abbasiyah mampu mengembangkan dan
memanfaatkan lembaga yang sudah perna ada pada masa umayyah.