Segala puji bagi Alloh yang telah memberi kami kesehatan dan
kelancaran sehingga makalah ini selesai.
Tak lupa sholawat serta salam teriring untuk Nabi Besar kita yakni
Habibana Wanabiana Muhammad SAW.
Makalah ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah BTQ
yang bertema Pengantar Ilmu Tajwid.
Makalah ini sesungguhnya masih jauh dari yang diharapkan. Untuk itu
kami mohon maaf atas segala kekurangannya. Semoga Alloh mencatatnya sebagai
amal shalih dan memberi manfaat untuk kita semua. Amin
Singaparna,
September 2013
Penyusun

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang ………………………………………………………...1
B.
Tujuan
Penulis …………………………………………………………1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian ilmu tajwid ..………………..……………………………...2
B. Hukum mempelajari ilmu tajwid ……..………………………………..3
C. Fadhilah ilmu tajwid …………………………………………………...4
D. Tujuan ilmu tajwid ……………………………………………………..5
E. Tingkatan membaca Al – Quran ……………………………………….6
BAB III PENUTUPAN
A. Kesimpulan……………………………………………………………...5
B. Tutup ……………………………………………………………………5
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mata pelajaran BTQ
penting diberikan kepada semua mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan PAI,
Fakultas Tarbiyah. Yang pada intinya bertujuan agar pengajar dapat mengajarkan
baca al quran beserta tajwidnya sehingga pelajar tahu bahwa membaca Al – Quran
mempunyai aturan dalam membacanya.
B. Tujuan
Tulisan ini disusun
bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca, dan menjelaskan pula betapa
pentingnya belajar alquran dengan memperhatikan Tajwidnya.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Ilmu Tajwid
Lafadz
Tajwid menurut bahasa artinya membaguskan , sedangkan menurut istilah adalah;
”
mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan
mustahaknya “
yang
dimaksud dengan hak Huruf adalah sifat asli yang selalu bersama dengan huruf
tersebut, seperti Al Jahr, Isti’la, istifal, dll.
mustahak
huruf adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu, seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa ‘
dll.
2. Hukum mempelajari ilmu tajwid
Seseorang
dikatakan benar dalam membaca Al-Qur’an adalah ketika dia membacanya sesuai
dengan qoidah-qoidah ilmu tajwid, karena Alloh Ta’ala berfirman :
{
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً } (المزّمِّل : 4 )
Artinya
:
“Dan bacalah
Al-Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan)”. (Al-Muzammil:4)
Maknanya
adalah jelaskanlah bacaannya dengan sejelas-jelasnya.
Maka
dengan demikian para ulama bersepakat bahwa mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu
kifayah akan tetapi mengamalkannya adalah fardhu ‘ain.
adapun alasan mengapa hukum membaca Al quran
dengan tajwid adalah fardhu ‘ain, imam Al-jazari mengatakan :
Membaca Alquran dengan tajwid hukumnya
wajib, siapa yang tidak membacanya dengan tajwid ia berdosa, karena dengan
Tajwidlah Allah menurunkan Al-Quran, dan dengan demikian pula Al Qur’an sampai
kepada kita dari- Nya.
C. Fadhilah ( Keutamaan ) ilmu
Tajwid
ilmu
Tajwid adalah ilmu yang sangat mulia. karena keterkaitannya secara langsung
dengan Al Qur’an. bahkan dalam dunia ilmu hadists, seorang alim tidak akan
mengajarkan hadits kepada muridnya sehingga ia sudah menguasai ilmu al
Qur’an.
Adapun
keistimewaannya sbb :
1.
Mempelajari dan mengajarkan Al qur’an merupakan tolak ukur kualitas
seorang muslim.
Rasulullah
SAW Bersada :
“
Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya ” ( HR
Bukhari ) “
2.
Mempelajari Al Qur’an adalah sebaik-baik kesibukan Allah SWT berfirman dalam
hadist Qudsi :
“
Barang siapa yang disibukan oleh Al Qur’an dalam rangka berdzikir kepada-Ku dan
memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan sesuatu yang lebih utama dari
pada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta Dan
keutamaan kalam allah dari pada seluruh kalam yang selain- Nya seperti
keutamaan Allah atas makhluk-Nya. “
3.
Dengan mempelajari Al Qur’an, maka akan turun sakinah (ketentraman), rahmat,
malaikat dan Allah menyebut-nyebut orang yang mempelajari Al Qur’an
kepada makhluk yang ada di sisi-Nya.
Rasulullah
SAW bersabda :
“
Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu mesjid dari mesjid – masjid Allah
kemudian mereka membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan turun kepada
mereka ketentraman, diliputi dengan rahmat, dilindungi oleh malaikat , dan di
sebut-sebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya’ (HR Muslim )
D. Tujuan mempelajari ilmu Tajwid
Tujuan
mempelajari ilmu tajwid adalah untuk menjaga lidah agar terhindar dari
kesalahan dalam membaca Al-Qur’an.
Kesalahan
dalam membaca Al-Qur’an disebut dengan istilah Lahn (Kesalahan)
Lahn adalah suatu kesalahan atau kondisi yang menyimpang
dari kebenaran. Kesalahan itu dibagi menjadi dua jenis:
1) Jali (besar)
adalah
kesalahan yang terjadi ketika membaca lafazh-lafazh dalam Al-Qur’an, baik yang
dapat merubah arti maupun tidak, sehingga mennyalahi urf qurro ( seperti ‘Ain
dibaca Hamzah, atau merubah harakat).
atau
disebut juga,
yaitu
kesalahan yang terdapat dalam lafazh dan mempengaruhi tata cara bacaan, baik
itu mengubah arti atau tidak mengubahnya. Dinamakan “kesalahan besar” karena
kesalahan ini diketahui oleh ulama qiro’ah maupun orang awam, seperti:
* Perubahan huruf dengan huruf
Seharusnya اَلْمُسْتَقِيْمَ dibaca اَلْمُصْتَقِيْمَ
Seharusnya اَلَّذِيْنَ dibaca اَلَّزِيْنَ
*. Perubahan harokat dengan harokat
Seharusnya قُلْتُ dibaca قُلْتِ
Seharusnya رَبِّ dibaca رَبُّ
*. Penambahan huruf
Seharusnya مَنْ كَانَ dibaca مَانْ
كَانَ
Seharusnya مِنْكُمْ dibaca مِينْكُمْ
*. Penghilangan tasydid
Seharusnya عَرَّفَ dibaca عَرَفَ
Seharusnya بَدِّلْ dibaca بَدِلْ
*. Penambahan tasydid
Seharusnya فَرِحَ dibaca فَرِّحَ
Seharusnya مَرَجَ dibaca مَرَّجَ
*. Penghilangan bacaan panjang
Seharusnya اَلْكِتَابُ dibaca اَلْكِتَبُ
Seharusnya اَلْبَيَانَ dibaca اَلْبَيَنَ
Kesalahan-kesalahan
di atas hukumnya haram. Ulama telah sepakat tentang keharamannya, dan
pelakunya berdosa.
2) Khafi (kecil)
adalah
kesalahan yang terjadi ketika membaca Lafazh-lafazh dalam Al-Quran yang
menyalahi ‘urf qurro, namun tidak merubah arti. seperti tidak membaca Ghunnah,
kurang panjang dalam membaca mad wajib muttashil, dll,
atau
disebut juga,
yaitu
kesalahan yang berkaitan dengan tidak sempurnanya pengucapan bacaan; kesalahan
seperti ini hanya diketahui oleh orang yang ahli dalam bidang ini (bidang
qiro’ah, pent.), seperti:
*. Tidak sempurna dalam pengucapan
dhommah.
وَنُوْدُوْا → Seharusnya
dibaca wa nuuduu tetapi dibaca wa noodoo
*.
Tidak sempurna dalam pengucapan kasroh.
سَبِيْلِهِ → Seharusnya
dibaca sabiilih tetapi dibaca sabiileh
*. Tidak sempurna dalam pengucapan
fathah.
اَلْبَاطِلُ → Seharusnya
dibaca al-baathilu tetapi dibaca al-boothilu
*. Menambah qalqalah pada kata yang
seharusnya tidak berqalqalah.
فَضْلَهُ → Seharusnya
dibaca fadhlahuu tetapi dibaca fadhe‘lahuu
*. Mengurangi bacaan ghunnah.
أَنَّ → Seharusnya
tasydid dibaca dengan dengung sekitar dua harakat tetapi tidak dibaca dengan
dengung.
*. Terlalu memanjangkan bacaan
panjang.
اَلرَّحْمَانُ →
Seharusnya mim tersebut dibaca dua harakat tetapi dibaca
empat, lima, atau enam harokat.
*. Terlalu menggetarkan ro’.
الَذُّكُوْرُ → Seharusnya
dibaca adz-dzukuur tetapi dibaca adz-dzukuurrrr.
melakukan
kesalahan ini dengan sengaja hukumnya makruh,
Yang
rajih, hukum kesalahan ini juga terlarang..
E. Tingkatan Membaca Al-Qur’an
Tingkatan
bacaan yang diakui oleh ulama qiroat ada empat yaitu :
Terdapat 4 tingkatan bacaan Al Quran yaitu bacaan dari segi
cepat atau lambatnya membaca Al qur’an :
·
At-Tahqiq :
Bacaannya seperti tartil cuma lebih lambat dan perlahan,
seperti membetulkan bacaan huruf dari makhrajnya, menepatkan kadar bacaan
mad dan dengung. Tingkatan bacaan tahqiq ini biasanya bagi mereka
yang baru belajar membaca Al Quran supaya dapat melatih lidah
menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat dan betul.
·
At-Tartil : Bacaannya
perlahan-lahan, tenang dan melafazkan setiap huruf dari makhrajnya secara tepat
serta menurut hukum-hukum bacaan tajwid dengan sempurna, merenungkan maknanya,
hukum dan pengajaran dari ayat. Tingkatan bacaan tartil ini biasanya bagi
mereka yang sudah mengenal makhraj-makhraj huruf, sifat-sifat huruf dan
hukum-hukum tajwid. Tingkatan bacaan ini adalah lebih baik dan lebih
diutamakan. Terdapat 28 huruf dasar (asas/asli) di dalam Al-Quran dan 2 huruf
pengganti yang dikenal juga dengan nama huruf-huruf Hijaan atau Hijaiyah. Allah
SWT berfirman : ” Dan Kami bacakan Al-Qur’an itu dengan tartil ” (Al –
furqan ( 35;32) )
·
At-Tadwir :
Bacaan yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, yakni pertengahan
antara tingkatan bacaan tartil dan hadar, serta memelihara hukum-hukum tajwid.
·
Al-Hadar :
Bacaan yang dilakukan dengan tingkatan paling cepat serta memelihara
hukum-hukum bacaan tajwid. Tingkatan bacaan hadar ini biasanya bagi mereka
yang telah menghafal Al Quran, supaya mereka dapat mengulang bacaannya
dalam waktu yang singkat.
BAB III
PENUTUPAN
A. Kesimpulan
Tajwid
adalah ” mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan
mustahaknya “ Tingkatan
Membaca Al-Qur’an :
·
At-Tahqiq
·
At-Tartil
·
At-Tadwir
·
Al-Hadar
Hukum mempelajarinya fardhu kifayah
dan menerapkannya fardhu ‘aen.
B. Tutup
Alhamdulillah makalah
kami yang berupa materi Pengantar Ilmu Tajwid telah selesai disusun, mohon maaf
atas segala kekurangan. Semoga bermafaat.
![]() |
DAFTAR PUSTAKA
Panduan Praktis Tajwid dan Bid’ah-Bid’ah seputar Al-Qur’an, karya Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashory, Cetakan ke-6, Maktabah Darul Atsar Al-Islamiyah, Magetan
MAKALAH
PENGANTAR
ILMU TAJWID
Diajukan untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah BTQ
Disusun
oleh:
1. Q
2. Q
3. Q
4. Q
5. Q
6. Q
Kelas: 1E PAI
Jur/ Fak: PAI/ Tarbiyah
INSTITUT
AGAMA ISLAM CIPASUNG
SINGAPARNA – TASIKMALAYA
2014


Tidak ada komentar:
Posting Komentar