TOKO 0SCAR CLASSER

Selasa, 02 September 2014

PENGANTAR ILMU TAJWID



          
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Alloh yang telah memberi kami kesehatan dan kelancaran sehingga makalah ini selesai.
Tak lupa sholawat serta salam teriring untuk Nabi Besar kita yakni Habibana Wanabiana Muhammad SAW.


Makalah ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah BTQ yang bertema Pengantar Ilmu Tajwid.
Makalah ini sesungguhnya masih jauh dari yang diharapkan. Untuk itu kami mohon maaf atas segala kekurangannya. Semoga Alloh mencatatnya sebagai amal shalih dan memberi manfaat untuk kita semua. Amin


Singaparna,    September 2013

Penyusun
Text Box: i
 

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ………………………………………………………...1
B.     Tujuan Penulis …………………………………………………………1
BAB II PEMBAHASAN
A.  Pengertian ilmu tajwid ..………………..……………………………...2
B.   Hukum mempelajari ilmu tajwid ……..………………………………..3
C.  Fadhilah ilmu tajwid …………………………………………………...4
D.  Tujuan ilmu tajwid ……………………………………………………..5
E.   Tingkatan membaca Al – Quran ……………………………………….6
BAB III PENUTUPAN
A.  Kesimpulan……………………………………………………………...5
B.   Tutup ……………………………………………………………………5

DAFTAR PUSTAKA




Text Box: ii
 

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Mata pelajaran BTQ penting diberikan kepada semua mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan PAI, Fakultas Tarbiyah. Yang pada intinya bertujuan agar pengajar dapat mengajarkan baca al quran beserta tajwidnya sehingga pelajar tahu bahwa membaca Al – Quran mempunyai aturan dalam membacanya.

B.     Tujuan
Tulisan ini disusun bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca, dan menjelaskan pula betapa pentingnya belajar alquran dengan memperhatikan Tajwidnya.
Text Box: ‎1‎
 

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Ilmu Tajwid
Lafadz Tajwid menurut bahasa artinya membaguskan , sedangkan menurut istilah adalah;
” mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya “ 
yang dimaksud dengan hak Huruf adalah sifat asli yang selalu bersama dengan huruf  tersebut, seperti Al Jahr, Isti’la, istifal, dll.
mustahak huruf adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu, seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa ‘ dll.
2. Hukum mempelajari ilmu tajwid
Seseorang dikatakan benar dalam membaca Al-Qur’an adalah ketika dia membacanya sesuai dengan qoidah-qoidah ilmu tajwid, karena Alloh Ta’ala berfirman :
{ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً } (المزّمِّل : 4 )
Artinya :
Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan)”. (Al-Muzammil:4)
Maknanya adalah jelaskanlah bacaannya dengan sejelas-jelasnya.
Maka dengan demikian para ulama bersepakat bahwa mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah akan tetapi mengamalkannya adalah fardhu ‘ain.
adapun alasan mengapa hukum membaca Al quran dengan tajwid  adalah fardhu ‘ain, imam Al-jazari mengatakan :
Membaca Alquran dengan tajwid hukumnya wajib, siapa yang tidak membacanya dengan tajwid ia berdosa, karena dengan Tajwidlah Allah menurunkan Al-Quran, dan dengan demikian pula Al Qur’an sampai kepada kita dari- Nya.
C. Fadhilah ( Keutamaan ) ilmu Tajwid 
ilmu Tajwid adalah ilmu yang sangat mulia. karena keterkaitannya secara langsung dengan Al Qur’an. bahkan dalam dunia ilmu hadists, seorang alim tidak akan mengajarkan hadits kepada muridnya sehingga ia sudah menguasai  ilmu al Qur’an.
Adapun keistimewaannya sbb :
1. Mempelajari dan mengajarkan Al qur’an merupakan  tolak ukur kualitas seorang muslim.
Rasulullah SAW Bersada :
Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya ” ( HR Bukhari ) “
2. Mempelajari Al Qur’an adalah sebaik-baik kesibukan Allah SWT berfirman dalam hadist Qudsi :
Barang siapa yang disibukan oleh Al Qur’an dalam rangka berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan sesuatu yang lebih utama dari  pada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta Dan keutamaan kalam allah dari pada seluruh kalam yang selain- Nya seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya. “
3. Dengan mempelajari Al Qur’an, maka akan turun sakinah (ketentraman), rahmat, malaikat dan  Allah menyebut-nyebut orang yang mempelajari Al Qur’an kepada makhluk yang ada di sisi-Nya.
Rasulullah SAW bersabda  :
Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu mesjid dari mesjid – masjid Allah kemudian mereka membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan turun kepada mereka ketentraman, diliputi dengan rahmat, dilindungi oleh malaikat , dan di sebut-sebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya’ (HR Muslim ) 


D. Tujuan mempelajari ilmu Tajwid
Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk menjaga lidah agar terhindar dari kesalahan dalam membaca Al-Qur’an.
Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an disebut dengan istilah Lahn (Kesalahan)
Lahn adalah suatu kesalahan atau kondisi yang menyimpang dari kebenaran. Kesalahan itu dibagi menjadi dua jenis:
1) Jali (besar)
adalah kesalahan yang terjadi ketika membaca lafazh-lafazh dalam Al-Qur’an, baik yang dapat merubah arti maupun tidak, sehingga mennyalahi urf qurro ( seperti ‘Ain dibaca Hamzah, atau merubah harakat).
atau disebut juga,
yaitu kesalahan yang terdapat dalam lafazh dan mempengaruhi tata cara bacaan, baik itu mengubah arti atau tidak mengubahnya. Dinamakan “kesalahan besar” karena kesalahan ini diketahui oleh ulama qiro’ah maupun orang awam, seperti:
* Perubahan huruf dengan huruf
Seharusnya اَلْمُسْتَقِيْمَ dibaca اَلْمُصْتَقِيْمَ
Seharusnya اَلَّذِيْنَ dibaca اَلَّزِيْنَ
*. Perubahan harokat dengan harokat
Seharusnya قُلْتُ dibaca قُلْتِ
Seharusnya رَبِّ dibaca رَبُّ
*. Penambahan huruf
Seharusnya مَنْ كَانَ dibaca مَانْ كَانَ
Seharusnya مِنْكُمْ dibaca مِينْكُمْ



*. Penghilangan tasydid
Seharusnya عَرَّفَ dibaca عَرَفَ
Seharusnya بَدِّلْ dibaca بَدِلْ
*. Penambahan tasydid
Seharusnya فَرِحَ dibaca فَرِّحَ
Seharusnya مَرَجَ dibaca مَرَّجَ
*. Penghilangan bacaan panjang
Seharusnya اَلْكِتَابُ dibaca اَلْكِتَبُ
Seharusnya اَلْبَيَانَ dibaca اَلْبَيَنَ
Kesalahan-kesalahan di atas hukumnya haram. Ulama telah sepakat tentang keharamannya, dan  pelakunya berdosa.
2) Khafi (kecil)
adalah kesalahan yang terjadi ketika membaca Lafazh-lafazh dalam Al-Quran yang menyalahi ‘urf qurro, namun tidak merubah arti. seperti tidak membaca Ghunnah, kurang panjang dalam membaca mad wajib muttashil, dll,
atau disebut juga,
yaitu kesalahan yang berkaitan dengan tidak sempurnanya pengucapan bacaan; kesalahan seperti ini hanya diketahui oleh orang yang ahli dalam bidang ini (bidang qiro’ah, pent.), seperti:
*. Tidak sempurna dalam pengucapan dhommah.
وَنُوْدُوْا → Seharusnya dibaca wa nuuduu tetapi dibaca wa noodoo
*. Tidak sempurna dalam pengucapan kasroh.
سَبِيْلِهِ → Seharusnya dibaca sabiilih tetapi dibaca sabiileh

*. Tidak sempurna dalam pengucapan fathah.
اَلْبَاطِلُ → Seharusnya dibaca al-baathilu tetapi dibaca al-boothilu
*. Menambah qalqalah pada kata yang seharusnya tidak berqalqalah.
فَضْلَهُ → Seharusnya dibaca fadhlahuu tetapi dibaca fadhe‘lahuu
*. Mengurangi bacaan ghunnah.
أَنَّ → Seharusnya tasydid dibaca dengan dengung sekitar dua harakat tetapi tidak dibaca dengan dengung.
*. Terlalu memanjangkan bacaan panjang.
اَلرَّحْمَانُ → Seharusnya mim tersebut dibaca dua harakat tetapi dibaca empat, lima, atau enam harokat.
*. Terlalu menggetarkan ro’.
الَذُّكُوْرُ → Seharusnya dibaca adz-dzukuur tetapi dibaca adz-dzukuurrrr.
melakukan kesalahan ini dengan sengaja hukumnya makruh,
Yang rajih, hukum kesalahan ini juga terlarang..



E. Tingkatan Membaca Al-Qur’an 
Tingkatan bacaan yang diakui oleh ulama qiroat ada empat yaitu :
Terdapat 4 tingkatan bacaan Al Quran yaitu bacaan dari segi cepat atau lambatnya membaca Al qur’an :
·         At-Tahqiq : Bacaannya seperti tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf dari makhrajnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung. Tingkatan bacaan tahqiq ini biasanya bagi mereka yang baru belajar membaca Al Quran supaya dapat melatih lidah   menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat dan betul.
·         At-Tartil : Bacaannya perlahan-lahan, tenang dan melafazkan setiap huruf dari makhrajnya secara tepat serta menurut hukum-hukum bacaan tajwid dengan sempurna, merenungkan maknanya, hukum dan pengajaran dari ayat. Tingkatan bacaan tartil ini biasanya bagi mereka yang sudah mengenal makhraj-makhraj huruf, sifat-sifat huruf dan hukum-hukum tajwid. Tingkatan bacaan ini adalah lebih baik dan lebih diutamakan. Terdapat 28 huruf dasar (asas/asli) di dalam Al-Quran dan 2 huruf pengganti yang dikenal juga dengan nama huruf-huruf Hijaan atau Hijaiyah. Allah SWT berfirman : ” Dan Kami bacakan Al-Qur’an itu dengan tartil ” (Al – furqan ( 35;32) )
·         At-Tadwir : Bacaan yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, yakni pertengahan antara tingkatan bacaan tartil dan hadar, serta memelihara hukum-hukum tajwid.
·         Al-Hadar : Bacaan yang dilakukan dengan tingkatan paling cepat serta memelihara hukum-hukum bacaan tajwid. Tingkatan bacaan hadar ini biasanya bagi mereka yang telah menghafal Al Quran, supaya mereka dapat mengulang bacaannya dalam waktu yang singkat.


BAB III
PENUTUPAN

A.    Kesimpulan
Tajwid adalah ” mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya “ Tingkatan Membaca Al-Qur’an :
·     At-Tahqiq 
·     At-Tartil
·      At-Tadwir 
·     Al-Hadar 
Hukum mempelajarinya fardhu kifayah dan menerapkannya fardhu ‘aen.
B.     Tutup
Alhamdulillah makalah kami yang berupa materi Pengantar Ilmu Tajwid telah selesai disusun, mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga bermafaat.


Text Box: ‎5‎

 

DAFTAR PUSTAKA

Panduan Praktis Tajwid dan Bid’ah-Bid’ah seputar Al-Qur’an, karya Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashory, Cetakan ke-6, Maktabah Darul Atsar Al-Islamiyah, Magetan


MAKALAH
PENGANTAR ILMU TAJWID
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah BTQ






Disusun oleh:
1.      Q
2.      Q
3.      Q
4.      Q
5.      Q
6.      Q
Kelas: 1E PAI
Jur/ Fak: PAI/ Tarbiyah

INSTITUT AGAMA ISLAM CIPASUNG
SINGAPARNA – TASIKMALAYA
2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar