TOKO 0SCAR CLASSER

Senin, 15 Desember 2014

MUBTADA KHOBAR, ISIM MA’RIFAT DAN NAKIROHISIM MAJRUR

MUBTADA  KHOBAR

1.        Pengertian

Mubtada ialah isim marfu’ yang kosong atau bebas dari amil lafazh, yakni : yang merafa’kan mubtada itu bukan amil lafazh, seperti fa’il atau naibul fa’il, melainkan oleh amil maknawi, yaitu oleh ibtida atau permulaan kalimat saja.
Sedangkan khobar adalah isim marfu’ yang di-musnadkan atau disandarkan kepada mubtada, yakni tidak aka nada khobar kalau tidak ada mubtada dan mubtada itulah yang merafa’kan khobar,

seperti : زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaid berdiri). Lafazh (زَيْدٌ ) menjadi mubtada yang dirafa’kan oleh ibtida, tanda rafa’nya dengan dhomah karena isim mufrod. Sedangkan ( قَائِمٌ) menjadi khobarnya yang di rafa’kan oleh mubtada, tanda rafa’nya dengan dhomah karena isim mufrod
2.        Pembagian Mubtada
Mubtada terbagi menjadidua bagian, yaitu :
  1. Mubtada yang zhahir
  2. Mubtada Mudhmar (dhamir)

Mubtada zhahir penjelasannya telah dikemukakan. Sedangkan mubtada yang mudhmar (isim dhomir) ada 12 (dua belas), yaitu :
  1. Saya = اَنَا
  2. Kami atau kita = نَحْنُ
  3. Kamu laki-laki = اَنْتَ
  4. Kamu perempuan = اَنْتِ
  5. Kamu berdua laki-laki/perempuan = اَنْتُمَا
  6. Kalian laki-laki = اَنْتُمْ
  7. Kalian perempuan = اَنْتُنَّ
  8. Dia laki-laki = هُوَ
  9. Dia perempuan = هِيَ
  10. Mereka berdua laki-laki/perempuan = هُمَا
  11. Mereka semua laki-laki = هُمْ
  12. Mereka semua perempuan = هُنَّ

Seperti : (اَنَا قَائِمٌ )
Adapun meng-I’rob-nya adalah sebagai berikut :
(اَنَا ) (saya) berkedudukan menjadi mubtada yang dirafa’kan, tanda rafa’nya mabni sukun. Sedangkan lafazh ( قَائِمٌ) menjadi khobar, di rafa’ kan, tanda rafa’ nya dengan dhomah.

3.        Pembagian Khobar
Khobar ada dua bagian, yaitu :
  1. Khobar Mufrod
Khobar mufrod adalah khobar yang buka berupa jumlah (kalimat) dan bukan pula menyerupai jumlah.
Contoh : (زَيْدٌ قَائِمٌ ) Zaid berdiri, kedua-duanya isim mufrod.
Dan juga termasuk khobar mufrod bila mubtada dan khobar itu terdiri dari isim tasniyah dan jamak, seperti contoh dibawah ini :
(الزَّيْدُوْنَ قَائِمُوْنَ ) = Zaid-zaid itu berdiri
(الزَّيْدَانِ قَائِمَانِ ) = dua Zaid itu berdiri
(الزُّيُوْدُ قَائِمُوْنَ ) = Zaid-zaid itu berdiri
2.      Khobar Ghoiru Mufrod
Adalah khobar yang terdiri dari jumlah, jumlah ismiyah (mubtada dan khobar) atau jumlah fi’liyah (yaitu terdiri dari fi’il dan fa’il)
Contoh :
(زَيْدٌ قَامَ اَبُوْهُ )
(زَيْدٌ جَارِيَتُهُ ذَاهِبَةٌ )


ISIM MA’RIFAT DAN NAKIROH
Isim Nakirah
Definisi Isim Nakirah adalah: Kalimah isim menunjukkan pada sesuatu secara kesatuan yang tidak ditentukan. contoh: جَاءَ طَالِبٌ
Ada dua jenis isim Nakirah:
(1). Kalimah Isim dapat dipasangi AL dan membekaskan ma’rifah atau menjadikannya tertentu. contoh: المدرسة
maka dapat dipasangi AL dan membekaskan Ma’rifah menjadi contoh:
الرَّجُلُ شُجَاعٌ، الكِتَابُ نَفِيْسٌ
(2). Kalimah Isim menduduki kedudukan Isim yang dapat dipasangi AL, seperti lafazh ذُوْ  artinya “pemilik” sinonim dengan lafazh صَاحِبٌpemilik“. Contoh: جَاءَ ذُوْ عِلْمٍ
pada contoh ini maksudnya adalah صَاحِبُ عِلْمٍpemilik Ilmu” maka lafadz ذُوْ adalah isim nakirah yang tak dapat dijodohkan dengan AL, akan tetapi ia menduduki kedudukan Isim yang dapat dipasangi AL pemberi bekas ma’rifah, yaitu lafazh صَاحِبُ.
Isim Ma’rifat
Definisi Isim Ma’rifat adalah: Kalimah isim menunjukkan pada sesuatu secara kesatuan yang tertentu. contoh: أَنْتَ مُخْلِص
Ada dua jenis isim Ma’rifat:
(1). Kalimah Isim tidak dapat dipasangi AL,  pun tidak  menduduki kedudukan Isim dapat dipasangi AL. Contoh: جَاءَ عَلِيٌّ
 (2). Kalimah Isim dapat menerima AL, akan tetapi tidak membekaskan ma’rifat. contoh:
جَاءَ الْعَبَّاسُ
contoh AL pada lafazh العباس tidak berfungsi mema’rifahkan, karena ia sudah ma’rifah sebab Isim ‘Alam.  Mengenai AL jenis ini, Insya-Allah akan diterangkan pada Babnya sendiri. untuk sementara bisa dijadikan rujukan   Terjemah Alfiyah Bab Ma’rifat sebab alat Ta’rif.

Isim  Ma’rifat ada Tujuh:
1.    Isim Dhamir, menurut qaul yg shahih merupakan paling ma’rifatnya dari  isim-isim ma’rifah setelah lafazh Jalalah. contoh: أنَا، أنْتَ، هُوَ
2. Isim Alam, contoh: خَالِدٌ، زَيْنَبُ، مَكَّةُ
3. Isim Isyarah, contoh: هَذَا هَذِهِ ذَلِكَ  تِلْك
4. Isim Maushul, contoh: الَّذِيْ، الَّتِيْ، الَّذِيْنَ
5. Isim yg dima’rifatkan oleh AL, contoh: الْكِتَابُ، الطَّالِبُ
6. Isim Mudhaf pada isim ma’rifat, contoh: كِتَابِيْ جَدِيْدٌ. كَلاَمُ عَلِيٍّ بَلِيْغ
Kesimpulan pembahasan Bait: Isim Nakirah adalah isim yang dapat dipasangi AL yang membekaskan ma’rifat, atau isim menempati kedudukan isim yang dapat dipasangi AL. selain isim Nakirah dinamakan Isim Ma’rifah. disebutkan 6 jenis Isim alam: Isim Dhamir, Isim Alam, Isim Isyarah, Isim Maushul,  Isim yg dima’rifatkan oleh AL, Isim Mudhaf pada isim ma’rifat.


 ISIM MAJRUR

Isim yang terkena I’rab Jarr disebut Isim Majrur yang terdiri dari:
1) Isim yang diawali dengan Harf Jarr. Yang termasuk Harf Jarr adalah: بِ (=dengan), لِ (=untuk), فِيْ (=di, dalam), عَلَى (=atas), إِلَى (=ke), مِنْ (=dari), كَـ (=bagai), حَتَّى (=hingga), وَ / تَـ untuk sumpah (=demi …).
Perhatikan contoh-contoh berikut:
أَعُوْذُ بِاللهِ
= aku berlindung kepada Allah
أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ
= aku shalat di masjid
وَالْعَصْرِ
= demi masa!
الله / الْمَسْجِد/ الْعَصْر pada kalimat-kalimat di atas adalah Isim Majrur karena didahului/dimasuki oleh Harf Jarr. Tanda Majrurnya adalah Kasrah.
2) Isim yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih. Contoh:
رَسُوْلُ اللهِ (=Rasul Allah) –> رَسُوْلُ [Mudhaf], اللهِ [Mudhaf Ilaih]
أَهْلُ الْكِتَابِ (=ahlul kitab) –> أَهْلُ [Mudhaf], الْكِتَابِ [Mudhaf Ilaih]
Mudhaf Ilaih selalu sebagai Isim Majrur, sedangkan Mudhaf (Isim di depannya) bisa dalam bentuk Marfu’, Manshub maupun Majrur, tergantung kedudukannya dalam kalimat. Perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ
= berkata Rasul Allah
أُحِبُّ رَسُوْلَ اللهِ
= saya mencintai Rasul Allah
نُؤْمِنُ بِرَسُوْلِ اللهِ
= kami beriman kepada Rasul Allah
Dalam contoh-contoh di atas, Isim رَسُوْل merupakan Mudhaf dan bentuknya bisa Marfu’ (contoh pertama), Manshub (contoh kedua) maupun Majrur (contoh ketiga). Adapun kata الله sebagai Mudhaf Ilaih selalu dalam bentuk Majrur.
3) Termasuk dalam Mudhaf Ilaih adalah Isim yang mengikuti Zharaf.
يَجْلِسُوْنَ أَمَامَ الْبَيْتِ
= mereka duduk-duduk di depan rumah
أَقُوْمُ تَحْتَ الشَّجَرَةِ
= aku berdiri di bawah pohon
Dalam contoh di atas, Isim الْبَيْتِ (=rumah) dan Isim الشَّجَرَةِ (=pohon) adalah Isim Majrur dengan tanda Kasrah karena terletak sesudah Zharaf أَمَامَ (=di depan) dan تَحْتَ (=di bawah). Dalam hal ini, kedua Zharaf tersebut merupakan Mudhaf sedang Isim yang mengikutinya merupakan Mudhaf Ilaih.
Hafalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.


MUBTADA  KHOBAR
ISIM MA’RIFAT DAN NAKIROH
ISIM MAJRUR

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Pelajaran Bahasa Arab

 

Disusun oleh :
Labib Muhammad Rifa
Kelas : X – Agama 2


MADRASAH ALIYAH NEGERI CIPASUNG
SINGAPARNA – TASIKMALAYA
2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar